Kelompok 4 Laporan Praktikum Enzim Katalase Mata Kuliah Biokimia Tanaman
LAPORAN PRAKTIKUM
ENZIM KATALASE
MATA KULIAH BIOKIMIA TANAMAN
Dosen
Pengampu
Inti
Mulyono Arti, STP. MSc.
Adinda
Nurul Huda M, SP. MSi.
Disusun Oleh :
1. Eva
Proditus Sianturi (48416507)
2. Primastya
Yoesanangga (48416511)
3. Salifa
Quratul Aini Sabrina (48416514)
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul “Enzim Papain”.
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Tanaman.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami selama
penyusunan laporan sehingga laporan ini bisa selesai tepat pada waktunya. Kami
menyadari laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan
ini.
Semoga
laporan ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Tim Penulis
Jakarta,Oktober 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Enzim katalase
bersifat antioksidan ditemukan pada hampir sebagian besar sel. 1 Enzim ini
terutama terletak di dalam organel peroksisom. Katalase ditemukan di semua
jaringan, dan aktivitasnya yang tinggi ditemukan di hati dan ginjal, sedangkan
di otak aktivitasnya rendah. 2 Enzim katalase mampu mengkatalasis reaksi
penguraian hidrogen peroksida (H2O2) melalui dua mekanisme kerja yaitu
katalitik dan peroksidatik. Mekanisme enzim katalase sebagai antioksidan
melalui proses katalitik terjadi bila enzim katalase menggunakan molekul H2O2
sebagai substrat atau donor elektron dan molekul H2O2 yang lain sebagai oksidan
atau akseptor elektron. H2O2 merupakan salah satu senyawa Reactive Oxygen
Spesies (ROS). 3 Minyak yang mengalami pemanasan berulang dapat berbahaya bagi
kesehatan. Penelitian menyatakan bahwa minyak goreng sangat mudah untuk
mengalami oksidasi ketika dipanaskan dan molekul-molekul didalamnya akan
mengalami penguraian.4
Temperatur pada
proses penggorengan adalah sekitar 150-2000 C. Pada temperatur tersebut, setiap
bahan pangan rata-rata memerlukan waktu 8 menit untuk matang. Minyak goreng
yang digunakan lebih dari tiga kali dapat menyebabkan minyak goreng menjadi
rusak karena proses oksidasi.5 Pemanasan pada minyak goreng merusak ikatan
rangkap asam lemak dan membentuk ROS.6 Stres oksidatif disebabkan oleh 2
ketidakseimbangan antara kadar ROS dan eliminasi ROS dalam sistem biologis. Hal
ini akan menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel dan jaringan yang
mempengaruhi morfologi dan fungsi sehingga terjadi penuaan dan kematian sel
lebih awal.7 Stres oksidatif akibat ROS memiliki peran penting dalam
patogenesis penyakit degeneratif seperti perlemakan hati non alkohol.
Selain hati, otak
dan sistem saraf mudah mengalami kerusakan akibat radikal bebas karena terdiri
dari membran lipid yang mengandung asam lemak tidak jenuh dan zat besi yang
berperan dalam kerusakan sel akibat ROS. 8 Diet pangan yang mengandung tinggi
antioksidan dapat mencegah terjadinya stres oksidatif. Ubi ungu mengandung
lebih banyak antioksidan dibandingkan varian ubi yang lain.9 Vitamin C, A,
betakaroten dan zat antosianin dalam ubi ungu berfungsi sebagai antioksidan
alami. Betakaroten berperan menstabilkan radikal berinti karbon. 10 Vitamin A
dapat mereparasi kerusakan jaringan. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan
dengan mendonorkan hidrogen dari gugus hidroksilnya.
Antosianin dapat
bereaksi dengan radikal bebas dan menstabilkannya sehingga tidak terjadi reaksi
rantai oleh radikal bebas.11 Ubi ungu mengandung antosianin (cyanidin acyl
glucoside dan peonidin acyl glucoside). Cyanidin dan peonidin yang terasetilasi
mampu meregulasi kadar ROS dan menghambat penyakit akibat stres oksidatif.12
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh pemberian ubi ungu
terhadap kadar CAT hepar dan otak pada tikus yang diberikan minyak jelantah.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui aktivitas enzim
katalase
BAB II
PEMBAHASAN
Enzim katalase yang mengandung sifat
antioksidan atau merupakan
molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain.
Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga
memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Enzim katalase ini
sangat penting untuk menjaga sel tubuh dari kerusakan akibat senyawa-senyawa
peroksida yang berbahaya.
Reaksi
katalase berjalan dalam 2 tahap. Pertama, hidrogen peroksida masuk ke sisi
aktif katalase dan berinteraksi dengan asam amino Asn147 (asparagine di posisi
ke-147) dan His74 (histidine di posisi ke-74) menyebabkan pembentukan oksigen
yang berikatan dengan besi (O=Fe(IV)). Sisa reaksi dilepaskan sebagai air.
Selanjutnya, hidrogen peroksida kedua bereaksi dengan O=Fe(IV) untuk membentuk
Fe(III)-E dan melepaskan air dan oksigen.
Beberapa
katalase memiliki fungsi ganda, sebagai katalase dan sebagai peroksidase. Pada
katalase-peroksidase ini, berbagai bahan organik dapat digunakan sebagai donor
hidrogen, seperti alkohol, yang bisa dioksidasi di liver (hati).
Enzim katalase
ini juga mempunyai beberapa sifat diantaranya :
1.
Berat molekul :
232-240 kDa.
2.
pH optimal : netral
(7) pada manusia dan beragam (pH 4-11) pada berbagai spesies.
3.
Suhu optimal : 25° C
dan beragam pada berbagai spesies.
5.
Struktur katalase yang
kaku dan stabil membuatnya resisten terhadap unfolding sehingga lebih tahan
terhadap perubahan pH serta denaturasi dan proteolisis karena suhu tinggi, bila
dibandingkan dengan kebanyakan enzim lainnya.
6.
Diproduksi selama fase
stationer ketika jumlah protein tinggi dan ketika terjadi keseimbangan antara
sintesis dan degradasi protein (protein turnover).
7.
Gen yang mengkode
katalase adalah CAT, yang terletak di kromosom 15, misalnya pada Bos Taurus
(sapi).
8.
Gen tersebut juga
ditemukan antara lain pada manusia, simpanse, anjing, tikus, kucing, ikan,
lalat buah, nyamuk, dan mikroorganisme seperti Saccromyces cerevisiae (khamir),
dan Neurospora crassa (jamur).

Komentar
Posting Komentar