Kelompok 4 Laporan Praktikum Enzim Amilase Mata Kuliah Biokimia Tanaman
LAPORAN PRAKTIKUM
ENZIM AMILASE
MATA KULIAH BIOKIMIA TANAMAN
Dosen
Pengampu
Inti
Mulyono Arti, STP. MSc.
Adinda
Nurul Huda M, SP. MSi.
Disusun Oleh :
1. Eva
Proditus Sianturi (48416507)
2. Primastya
Yoesanangga (48416511)
3. Salifa
Quratul Aini Sabrina (48416514)
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Enzim Amilase”. Tujuan penulisan
laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Tanaman. Kami
mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami selama
penyusunan laporan sehingga laporan ini bisa selesai tepat pada waktunya. Kami
menyadari laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan
ini.
Semoga laporan ini
memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan
peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Tim
Penulis
Jakarta,Oktober 2017
Enzim
adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis(senyawa yang mempecrepat
proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam reaksi kimia. Kelangsungan proses –
proses metabolisme yang diorganisasi hanya mungkin terjadi bila setiap sel
mempunyai sendiri perlengkapan enzim yang ditetapkan secara genetik. Baru
setelah itu reaksi lanjutan yang terkoordinasi. Juga pada sebagian besar
mekanisme regulasi enzim ikut berpartisipasi. Cara ini dapat menjamin
kelangsungan metabolisme pada perubahan kondisi. Hampir semua enzim adalah
proses. Enzim amilase merupakan enzim yang mampu mengkatalisis proses
hidrolisis pati untuk menghasilkan molekul yang lebih sederhana seperti
glukosa, maltose, dan dekstrin. Enzim amilase dihasilkan oleh berbagai jenis
organism mulai dari tanaman, hewan, hingga mikroorganisme. Enzim Amilase adalah
kelompok enzim yang memiliki kemampuan memutuskan ikatan glikosida yang
terdapat pada senyawa polimer karbohidrat. Hasil molekul amilum ini akan
menjadi monomer-monomer yang lebih sederhana, seperti maltosa, dekstrin dan
terutama molekul glukosa sebagai unit terkecil. Amilase dihasilkan oleh
berbagai jenis organisme hidup, mulai dari tumbuhan, hewan, manusia bahkan pada
mikroorganisme seperti bakteri dan fungi. Kelompok enzim ini memiliki banyak
variasi dalam aktivitasnya, sangat spesifik, tergantung pada sumber organismenya
dan tempatnya bekerja (Dessy, 2008)
Enzim
amilase digunakan antara lain pada industri pangan seperti industri pemanis,
roti, jus buah, bir, dan lain-lain serta dalam industri non pangan seperti
produksi etanol, tekstil, serta detergen. Penggunaan amilase mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Permintaan akan enzim amilase telah mencapai
sekurang-kurangnya 25% dari total kebutuhan enzim (Vaseekaran et al.,
2010). Penggunannya paling besar
terdapat dalam industri pengolahan pati, dimana sekitar 15-20% dari
total penggunaan enzim amilase (Kumar dan Satyanarayana, 2009).Kebutuhan akan
enzim amilase yang tinggi menuntut akan adanya sumber-sumber penghasil enzim
amilase yang beragam sesuai dengan karakteristik enzim amilase yang dibutuhkan.
Diantara beberapa jenis enzim amilase yang paling banyak dikenal adalah
α-amilase, β-amilase, dan glukoamilase (Machovic dan Janecek, 2007).
Glukoamilase merupakan salah satu komponen kelompok amilase yang banyak
digunakan dalam industri selain enzim α-amilase (Kumar dan Satyanarayana,
2009). Glukoamilase digunakan terutama dalam produksi sirup glukosa, high
fructose syrup (HFS), serta pada produksi alkohol.
Glukoamilase
merupakan salah satu biokatalis komersial yang dengan permintaan atau
kebutuhan yang tinggi dalam industri pangan dibandingkan enzim lainnya.
Glukoamilase terdapat pada berbagai jenis tanaman, hewan, dan mikrobia
namun paling banyak terdapat pada fungi. Sumber glukoamilase
komersial umumnya diperoleh dari Aspergillus dan Rhizopus sp. (Kumar
et al.., 2013). Telah banyak dilakukan penelitian tentang
glukoamilase yang berasal dari mikroorganisme seperti fungi, yeast,
serta bakteri. Namun masih sedikit informasi tentang glukoamilase yang berasal
dari biji-bijian. Seperti yang kita ketahui dalam masa perkecembahan, tanaman
menghasilkan enzim amilase dalam jumlah yang banyak untuk memecah cadangan
makanan berupa pati. Sehingga pada masa perkecambahan biji-bijian berpotensi
sebagai sumber enzim amilase. Ghavidel dan Davoodi (2011) telah membuktikan
peningkatan aktivitas enzim amilase pada beberapa jenis legume pada
perkecambahan dan menyimpulkan bahwa perkecambahan merupakan salah satu metode
bioteknologi dalam meningkatkan aktivitas enzim.
DAFTAR PUSTAKA
Dessy
Christina Sianturi. (2008). “Isolasi
Bakteri dan Uji Aktivitas Amilase Termofil” Jakarta: Gramedia Pustaka. Utama.
Ghavidel, R.A dan Davoodi, M.D.,
2011. Evaluation of Changes in Phytase, α- Amylase and Protease Activities of
Some Legume Seeds during Germination. IPCBEE 5: 353-356.
Kumar, M.S., Lakshmi, M.V.V.C.,
Sridevi, V. 2013. Production and Optimization of Glucoamylase from Wheat Bran
by Aspergillus Oryzae NCIM 1212 under Solid State Fermentation.
International Journal of Innovation in Engineering and Management (IJIEM)
2(10): 318-323.
Kumar, P dan Satyanarayana, T. 2009. Microbial
Glucoamylases: Characteristics and Applications. Critical Reviews on
Biotechnology 29(3): 225-255.
Machovic, M. dan Janecek, S. 2007.
Amylolitic enzyme : Types, structures, and specificities. Dalam Polaina, J dan
MacCabe, A.P. 2007. Industrial Enzyme. Springer: Netherlands.
Vaseekaran, S., Balakumar, S.dan Arasaratnam, V. (2010).
“Isolation and Identification of A Bacterial Strain Producing Thermostable
α-Amylase”. Tropical Agricultural Research. 22, 1,1-11.
Komentar
Posting Komentar